alasan investasi saham

3 Alasan Logis Mengapa Kita Harus Investasi Saham

Sebenarnya saya mau langsung masuk pembahasan mengenai alasan investasi  saham, tapi mungkin Anda ada yang belum “ngeh” dengan keharusan berinvestasi (di instrumen apapun).

 

Jadi, saya mau bahas singkat mengenai alasan kita harus berinvestasi (secara umum).

 

Alasan paling sederhana adalah karena adanya suatu kondisi dimana biaya hidup setiap tahun akan mengalami kenaikan, mulai dari biaya listrik, air PDAM, harga beras, minyak goreng, gas LPG, hingga kebutuhan yang lebih besar seperti biaya pendidikan.

 

INFLASI. Sudah tidak asing pasti kan istilah inflasi. Laju inflasi hingga November 2018 adalah 3,23%.

 

Terlihat kecil memang, tapi itu adalah rata-rata. Coba lihat kenaikan biaya pendidikan tiap tahunnya, rata-rata 10%. Jika tahun ini biayanya 50.000.000, maka tahun depan akan menjadi 55.000.000.

 

Kira-kira nih, uang Anda ditaruh di bank, per tahun dapat bunga berapa persen?

 

Hanya 0,25% hingga 1% per tahun.

 

Nah, setidaknya dengan gambaran singkat di atas bisa menunjukkan bahwa kita tidak cukup hanya menyimpan uang di bank, apalagi dibawa tidur taruh bawah kasur.

 

Oke, sekarang kita masuk ke pembahasan alasan investasi saham sebagai instrumen investasi.

 

Perbedaan dengan instrumen lain

 

Pilih instrumen yang mana?

Anda pasti tahu bahwa ada beberapa instrumen investasi yang umum dikenal. Berikut ini saya akan membahas beberapa yang saya ketahui yaitu saham, reksadana, emas dan deposito.

Yang lainnya? Properti, forex, obligasi, P2P lending? Saya uraikan sekilas saja nanti dibawah.

 

Aspek yang saya tampilkan disini adalah keuntungan dan modal. Saya tidak ingin membandingkan banyak aspek karena keterbatasan waktu untuk mencari.

perbandingan investasi saham

 

Ok, kita bisa membuat peringkat tingkat keuntungan:

1.Saham 138%, bahkan sempat menyentuh 318%!

2.Reksadana 34,09%

3.Emas 5%, dan sempat menyentuh 8%

4.Deposito 5,5%

 

Dengan sama-sama punya jangka waktu 1 tahun, terlihat bahwa keuntungan di investasi saham lebih besar daripada yang lain. Alasan investasi saham yang dulu saya temukan juga karena itu.

 Tapi kembali lagi, anda juga harus siap dengan resiko-resikonya. Jangan hanya mau untungnya saja lalu anda masuk tanpa pelajari lebih jauh.

 

Lalu bagaimana dengan properti?

Jujur saja saya tidak pernah bergelut dengan instrumen investasi properti jadi saya kurang paham juga. Kalau bicara modal, agaknya relatif ya. Bisa besar kalau yang dimaksud adalah beli tanah atau aset properti lainnya (rumah, apartemen) untuk dijual lagi beberapa tahun berikutnya. Bisa kecil juga kalau kita jadi makelar, kita bantu orang lain menjual propertinya.

 

Forex?

Ah itu masa lalu saya hehe

Saya pernah modal meningkat 70% dalam waktu 3 hari. Dan mungkin karena itu juga, alasan investasi saham kebanyakan orang ingin seperti di forex. Padahal beda!

Dan saya juga pernah kehilangan modal dalam 1 jam! Mungkin karena perdagangan valuta asing itu global ya, jadi fluktuasinya sangat dinamis.

 

Dan di lain sisi juga ada faktor leverage, dimana modal anda bertambah karena pinjaman dari broker. Maka itulah yang membuat keuntungan bisa berlipat, dan kerugian pun juga berlipat.

 

Jadi, anda harus bisa sangat ekstra disiplin sekali.

 

Obligasi dan P2P lending. Saya belum menggali instrumen investasi ini. Mungkin lain kali bisa saya coba dulu dan saya bahas.

 

Atau kalau anda sudah pernah mencoba 2 instrumen itu, mungkin bisa berbagi di kolom komentar.

 

Itu adalah karakter secara singkat dari berbagai instrumen investasi.

Anda bisa bebas memilih yang mana saja selama anda memang paham bagaimana tingkat keuntungan dan resikonya serta disesuaikan dengan tujuan keuangan anda. Jangan sampai alasan investasi saham Anda hanya ingin untungnya saja.

 

Tapi saya yakin, sekarang Anda makin tertarik untuk lebih memilih investasi saham daripada lainnya hehe

 

Oh tunggu, atau jangan-jangan Anda termasuk golongan yang sudah antipati duluan dengan investasi saham karena menganggap investasi saham susah untuk dilakukan?

 

Investasi itu mudah kok. Serius. Semudah anda beli pulsa. Bahkan orang yang profesinya satpam dan sopir taksi pun bisa.

 

Kemudahan transaksi

 

1.Pendaftaran online

Di jaman yang serba digital ini, membuka rekening saham pun bisa online.

 

Jika anda tidak percaya, silahkan saja langsung menuju www.indopremier.com. Saya tidak berafiliasi dengan sekuritas tsb, hanya saja saya juga awalnya membuka rekening saham disana dan cukup mudah untuk daftarnya.

Anda juga bisa mencoba untuk mendaftar di Phillip Sekuritas. Saya ada pengalaman di Phillip Sekuritas Indonesia. 

Canggihnya, ketika saya menulis ini, ternyata sistem pendaftarannya pun bisa langsung melalui aplikasi yang tersedia di playstore/appstore. Tidak perlu kirim berkas, dan waktu pembuatan nomor SID (Single Investor Identification) pun hanya hitungan jam.

 

Dulu ketika saya daftar di tahun 2017 masih perlu kirim berkas dulu baru dibuatkan SID. Itulah hebatnya teknologi ya…

 

2.Memantau pergerakan pasar

Untuk jual beli tentu kita butuh tahu kan ya berapa banyak permintaan dan penawaran.

 

Misal nih, kita mau beli saham INKP (Indah Kiat Pulp and Paper Tbk). Ya kita lihat ada penawaran di harga berapa, misal ternyata ada yang menawarkan di harga Rp. 12.725 sebanyak 571 lot.

alasan investasi saham - bid ask saham

Nah, jika anda mau, maka bisa membelinya di harga tsb, untuk jumlah lot menyesuaikan modal anda.

Kalau mau beli di harga murah, misal Rp. 12.600? berarti harus antri, tunggu hingga ada yang mau melepas sahamnya di harga itu.

Oke, sekarang misal kita mau jual. Sebelumnya kita sudah punya saham INKP di harga Rp. 8.000 yang dibeli di sekitar bulan Februari lalu.

Dengan melihat antrian bid kita bisa tahu orang minta di harga berapa dan berapa banyak lot. Dari antrian diatas itu, kalau kita mau cepat terjual ya jual saja di harga Rp. 12.725 karena ada yang mau harga segitu.

Gimana? Enak kan? Tenang aja, alasan investasi saham yang saya bahas masih banyak hehe

Akhirnya, keputusan untuk jual beli bisa lebih rasional karena adanya data yang jelas dan bisa diakses secara realtime terkait permintaan dan penawaran yang ada.

 

3.Kemudahan jual beli

Likuid

Selama kita tidak pilih saham yang sepi peminat, jual beli saham pasti lancar saja. Kita mau beli pagi hari lalu jual sore hari juga bisa saja selama memang saham itu laku di pasaran.

Lah, berarti ada saham yang tidak laku?

Bukan tidak laku, tapi sepi peminat hehee

Tapi banyak juga kok saham yang cukup likuid di BEI, terutama untuk kita yang modalnya receh.

 

Waktu & Tempat

Coba bayangkan, sebelum anda berangkat kerja, anda set auto order buy dan sell saham sambil meminum kopi buatan istri tercinta. Lalu anda kerja seperti biasa, tidak perlu memantau saham yang sudah anda beli karena anda sudah melalui pertimbangan matang untuk beli di hari itu.

Dan sore harinya, setelah anda pulang kerja, anda sedang duduk menonton televisi bersama anak-anak anda. Lalu anda menerima pesan email bahwa saham yang anda beli tadi sudah terjual sesuai target profit anda.

Nikmat bukan?

 

Alasan investasi saham (tambahan)

1.Banyak pilihan

Ada lebih dari 600 saham yang bisa diperjual-belikan di BEI. Itu artinya anda punya banyak pilihan untuk membeli saham.

Tapi anda juga perlu hati-hati agar tidak salah pilih.

 

2.Dapat diwariskan

Ya, saham juga dapat diwariskan. Entah ke istri, anak anda, atau siapapun anggota keluarga anda.

Walaupun tidak ada wujudnya seperti emas, rumah, tanah, sawah, mobil, perhiasan, dsb, tapi nilainya tentu anda sudah tahu sendiri.

Anda tinggal menghubungi pihak sekuritas untuk mendaftarkan anggota keluarga anda sebagai ahli waris yang sah.

 

3.Status sosial

Sebenarnya ini tidak terlalu penting, tapi mungkin ada sebagian dari anda yang akan merasa memiliki sesuatu yang istimewa.

Mungkin aja kan ya, ada tetangga yang mengejek karena kita tidak punya harta yang nampak secara fisik.

Ya tinggal kita tanya aja dia kerja di perusahaan apa, lalu kita bilang besok kita beli perusahaannya.

 

Oke, bab 2 yang membahas alasan investasi saham sudah selesai sampai disini.

Jika Anda sudah menemukan alasan investasi saham yang tepat, silahkan lanjutkan ke bab 3. Dan jika ada pertanyaan atau pendapat silahkan disampaikan di kolom komentar ya…

Mau berpendapat?