apa-itu-indeks-msci-aturportomu

Ampuhkah MSCI Index Untuk Memilih Saham Potensial?

Pertengahan Maret lalu ada anggota grup belajar saham (yang saya ikuti) memposting tentang berita saham-saham yang masuk MSCI Index. Katanya sih saham yang masuk dalam indeks itu akan bisa melambung harganya. Nah penasaran dong saya. Saya belum tahu apa itu indeks MSCI dan memang apa pengaruhnya ke harga saham. Akhirnya saya cari informasinya dan disini saya akan membagikannya juga ke Anda.

Apa itu indeks MSCI?

Indeks MSCI adalah indeks saham racikan dari Morgan Stanley Capital International. Mereka adalah penyedia indeks saham dan obligasi terkemuka di dunia. Semacam IHSG begitu tapi MSCI bersifat global karena memasukkan saham dari berbagai negara.

Indeks tersebut biasa dijadikan sebagai acuan oleh para manajer investasi dalam meracik portofolio mereka. Dan karena skalanya internasional, maka manajer investasi yang melirik indeks tsb bukan hanya di Indonesia tapi juga di seluruh negara.

Dan pada akhirnya investor retail secara global juga akan ikut mempertimbangkan saham yang masuk dalam MSCI sebagai acuan mereka.

Artinya apa?

Para investor akan berburu saham-saham tsb. Saham yang ada di Indonesia pun jelas tidak akan lepas dari buruan. Ibaratnya kan ini seperti kita mau beli saham tapi ikut apa yang dibeli oleh orang yang kita percaya kredibilitasnya.

Orang itu tentu punya pertimbangan yang kuat kenapa kok memasukkan saham tertentu dalam portofolionya.

Indeks MSCI sendiri ada bermacam-macam. Beberapa contohnya ada yang kategori small cap dan big cap. Pembagian itu untuk mengelompokkan saham-saham sejenis agar adil dalam penilaian. Untuk kategori lain biasanya dibedakan berdasarkan negaranya, seperti MSCI Indonesia Index.

Apa saja kriteria saham yang bisa masuk MSCI Index?

“Dengan demikian investor asing berpotensi membeli saham-saham yang masuk ke MSCI apalagi jika fundamental perusahaan bagus. Adapun menurut Alfred, saham-saham yang berhak menjadi penghuni MSCI adalah saham yang memiliki kapitalisasi besar, harga saham yang memiliki performa baik dan likuiditas saham.”

Di atas adalah informasi yang saya kutip dari Kontan. Ada beberapa kriteria yang bisa membuat saham masuk dalam indeks MSCI. Jika saham tsb memiliki kapitalisasi besar, performa harga saham baik, dan sahamnya likuid.

Saya mencoba untuk memahami mengapa kriteria di atas yang menjadi acuan. Tentu saham yang masuk dalam indeks MSCI bukanlah sembarangan, bukanlah saham yang mungkin dikatakan sebagai gorengan. Indeks yang bersifat global akan menjadi acuan bagi banyak manajer investasi khususnya.

Bayangkan saja jika yang dimasukkan adalah saham-saham yang kurang bagus. Tentu akan berpengaruh terhadap kinerja manajer investasi dalam pengelolaan dana nasabah.

Maka haruslah saham-saham yang dipandang bagus.

Pertama, kapitalisasi pasar besar jelas menjadi acuan, karena itu sama saja dengan harga sebuah perusahaan. Semakin tinggi kapitalisasinya artinya perusahaan itu semakin bernilai bukan?

Kedua, performa harga saham yang baik berarti tidak terjadi naik turun ekstrim dalam waktu singkat. Untuk para trader mungkin ini menjadi kesempatan ya, tapi bagi para investor jelas itu mengkhawatirkan. Maka ketika harga saham bergerak konsisten dan stabil kemungkinan besar akan bisa membuat investor aman.

Selanjutnya, saham likuid.

Menurut saya dalam indeks apapun ini menjadi syarat mutlak. Jika tidak likuid maka jelas akan sulit untuk menjualnya. Bisa jadi butuh beberapa bulan untuk bisa menjual semua kepemilikan saham. Tentu itu tidak bagus, baik untuk trader maupun investor. Karena sepi peminat.

Jika ada kriteria lain saya kurang tahu juga. Di atas itu saya hanya mendapatkan informasi dari portal berita Kontan. Jika Anda tahu kriteria lain silahkan sampaikan di kolom komentar.

via marketwatch

Apa pengaruh MSCI ke harga saham?

Pertanyaan selanjutnya yang mungkin (bagi saya pribadi) sangat penting. Jika tidak ada pengaruh ke harga saham ya untuk apa ya kan? Hehe

Nah, saya tidak mencoba untuk melakukan riset sendiri karena sudah ada beberapa yang melakukannya. Sehingga saya hanya menyampaikan saja rangkumannya.

Data di bawah ini saya ambil dari Finansialku. Ini adalah data perubahan harga saham sejak tanggal 15 Mei 2017 (sebelum adanya pengumuman rebalancing portofolio MSCI Global Small Cap Index) hingga penutupan terakhir tanggal 19 Mei 2017.

Kode Saham 15 Mei 2017 19 Mei 2017 Perubahan
NIKL 5.250 6.600 25,71%
BUMI 348 396 13,79%
INAF 3.120 3.420 9,62%
MEDC 2.560 2.770 8,20%
TBLA 1.395 1.500 7,53%
BIRD 3.930 4.220 7,38%
DOID 875 915 4,57%
HRUM 2.070 2.160 4,35%
WSBP 480 494 2,92%
BHIT 121 124 2,48%
ARNA 476 500 5,04%
APLN 200 194 -3,00%
LPCK 4.680 4.410 -5,77%
MLPL 276 258 -6,52%
BISI 1.815 1.630 -10,19%

Dalam kurun waktu sekitar 4 hari perubahan harga saham yang masuk maupun keluar indeks MSCI cukup signifikan.

Saya mengatakan signifikan karena prosentase segitu dalam waktu yang singkat tentu melebihi perubahan normalnya.

Katakanlah kita bandingkan dengan deposito yang mendapatkan kisaran 7% per tahun. Tapi saham, dengan adanya indeks MSCI itu bisa naik turun segitu dalam waktu 4 hari.

Data di atas adalah data tahun 2017, sekarang coba kita bandingkan dengan data tahun 2018. Apakah MSCI Index yang dirilis di 2018 mempunyai efek yang relatif sama?

“Pergerakan Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) pada hari ini patut diacungi jempol. Hingga pukul 11:30 WIB, harga saham PTBA melejit 5,38% ke level Rp 4.900/saham, sementara TKIM meroket 7,4% ke level Rp 11.975/saham.”

Itu informasi yang saya dapatkan dari CNBC Indonesia. Itu adalah indeks MSCI yang berlaku pada November 2018 lalu. Cukup berpengaruh ya sepertinya? Ya sejauh ini kecendrungan begitu.

Saham-saham yang masuk dalam daftar Indeks MSCI kecendrungan naik, dan sebaliknya yang didepak keluar kecendrungan turun.

Walaupun memang mungkin efeknya tidak berlangsung lama, tapi setidaknya dalam waktu singkat bisa membuat perubahan yang signifikan.

Daftar saham yang masuk Indeks MSCI 2019

Indeks MSCI berubah setiap 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan November dan Mei.

Mengingat pegaruh Indeks MSCI ke harga saham yang cukup signifikan, mungkin layak juga kita jadikan acuan dalam memilih saham yang potensial.

Tapi kembali lagi, kita harus melihat faktor lainnya juga. Jangan langsung menelan mentah-mentah apapun informasi yang kita dapat.

Jika Anda tertarik untuk berburu saham juga dalam momen rebalancing portofolio MSCI, maka Anda dapat menyimaknya di bulan November dan Mei.

Untuk tahun 2019 ini, saat artikel ini dibuat, belum ada informasi terkait daftar saham yang masuk dalam Indeks MSCI. Karena sekarang masih bulan April, bulan depan baru masuk Mei.

Tapi saya mendapatkan informasi dari CNBC Indonesia bahwa ada rumor saham-saham yang akan masuk dalam daftar Indeks MSCI. Saham-saham tsb adalah JPFA, TOWR, FREN, AMRT, ACES, BRPT.

Informasi tsb muncul tanggal 13 Maret 2019 lalu.

Saya tidak tahu apakah memang itu adalah saham-saham yang akan masuk atau hanya rumor. Tapi jika berminat, Anda bisa memasukkan saham-saham di atas dalam watchlist Anda.

Sekali lagi, Anda harus melengkapi analisa dengan faktor lainnya, jangan menelan mentah-mentah informasi yang Anda dapatkan. Anggaplah semua itu hanya referensi saja, dan keputusan untuk membeli atau menjual tetap berada pada diri Anda sendiri.

Nah, sekian yang bisa saya sampaikan tentang apa itu indeks MSCI, pengaruh indeks MSCI terhadap harga saham, dan apa saja kriteria yang digunakan.

Saya pribadi cukup tertarik untuk mengamati pergerakan saham yang masuk dalam indeks MSCI. Mengingat efeknya yang secara historis cukup signifikan. Jadi mungkin lain kali saya akan membahasnya lagi.

Jika Anda mau berbagi pendapat tentang indeks MSCI, silahkan sampaikan di kolom komentar.

Sumber referensi:

  1. CNN Indonesia
  2. CNBC Indonesia
  3. Finansialku
  4. Kontan

Mau berpendapat?