yuk-nabung-saham

Cara Ikut Yuk Nabung Saham IDX

Saya mengetahui kampanye Yuk Nabung Saham (YNS) awal kali di kisaran pertengahan tahun 2018. Sebenarnya saya sudah paham tentang investasi saham sejak 2017. Waktu itu saya memilih saham karena ada kondisi dimana saya ingin investasi yang tingkat return-nya lebih tinggi dari reksadana saham. Kampanye Yuk Nabung Saham diluncurkan sejak November 2015. Harusnya saya sudah kenal lama ya, tapi saya baru tahu di tahun 2018.

 

Secara singkat, Yuk Nabung Saham merupakan kampanye dari PT Bursa Efek Indonesia dalam mengajak masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal dengan membeli saham rutin dan berkala. Walaupun sudah dibuat sedemikian rupa agar mudah dipahami dan masyarakat tertarik, tapi masih ada saja yang belum paham apa itu Yuk Nabung Saham dan bagaimana cara ikut Yuk Nabung Saham.

Sebenarnya simpel saja, sesuai nama programnya, kita hanya perlu mengalokasikan uang untuk membeli saham atau dengan kata lain menabung saham. Memang bukan perkara mudah untuk mengubah mindset kebanyakan orang. Bahkan orang tua, saudara, dan beberapa teman saya juga tidak paham. Mereka lebih memilih untuk menabung di bank.

 

Saya pribadi sangat mendukung kampanye Yuk Nabung Saham karena menabung saham itu jauh lebih baik daripada hanya menyimpan di tabungan, apalagi dibawah bantal. Dan disini saya akan membahas cara ikut Yuk Nabung Saham IDX secara lengkap. Saya sampaikan dulu bahwa kebanyakan yang saya sampaikan disini merangkum pembahasan dari situs resmi Yuk Nabung Saham IDX. Beberapa juga ada opini saya pribadi berdasar pengalaman saya.

Apa Itu Yuk Nabung Saham?

Berdasarkan situs resmi yuk nabung saham, latar belakang munculnya Yuk Nabung Saham adalah sebagai upaya dalam mengembangkan industri pasar modal di Indonesia. BEI mempunyai tujuan untuk fokus pada penambahan jumlah investor baru dan juga menanamkan kebutuhan berinvestasi di pasar modal, yang seara tidak langsung akan meningkatkan jumlah investor aktif di pasar modal Indonesia.

Pada September 2015, jumlah investor di Indonesia adalah 409.042, dan yang aktif per tahun adalah kurang lebih 125.000 investor. Atas kondisi demikian BEI membuat konsep kampanye Yuk Nabung Saham. Gerakan tersebut secara umum mengajak masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal dengan membeli saham secara rutin dan berkala.

 

Sederhananya kampanye tersebut untuk mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia dari menabung menjadi berinvestasi, sehingga masyarakat bergerak dari saving society menjadi investing society. Kampanye Yuk Nabung Saham diluncurkan pada tanggal 12 November 2015 oleh Bapak Muhammad Jusuf Kalla di Main Hall Gedung Indonesia Stock Exchange.

Yuk Nabung Saham mempunyai semangat yang bagus, dari filosofis logonya pun bisa terlihat apa yang diharapkan. Saya pikir kampanye tersebut akan semakin meningkatkan literasi masyarakat terhadap investasi saham. Berdasarkan data yang dihimpun di tahun 2017 saja sudah ada peningkatan jumlah investor menjadi 600.849. Saya pikir kampanye tersebut berjalan sukses dengan peningkatan yang signifikan. Saya pribadi juga berharap jumlah investor di Indonesia semakin meningkat.

yuk nabung saham

Jika Anda belum paham dengan pengertian yang saya kutip dari situs resminya, saya jelaskan versi saya. Secara umum menabung saham adalah kita membeli suatu saham secara berkala, misal tiap bulan. Contoh: saya membeli saham ABC sebanyak 10 lot bulan ini, lalu bulan depan saya beli lagi sebanyak 20 lot, bulan depannya lagi saya beli 5 lot. Semangatnya adalah daripada disimpan di tabungan biasa, lebih baik dibelikan saham.

 

Keuntungan Menabung Saham

“Saham bisa menjadi salah satu solusi finansial yang menjanjikan dalam jangka panjang, terutama untuk kaum millennial” – Martin Praja @martinpraja

“Dengan investasi saham, keuntungannya mungkin tidak langsung dirasakan sekarang, tapi nanti di masa depan” – Marco Ivanos @marcoivanos12

“Modal yang dibutuhkan untuk investasi saham tidak perlu dalam jumlah besar, cukup dimulai dari Rp100.000,- saja. Millennials tetap bisa menjalankan gaya hidupnya sembari berinvestasi” – Kadek Arini

Diatas adalah beberapa testimoni dari orang-orang yang menjalankan investasi saham atau menabung saham yang saya kutip dari situs Yuk Nabung Saham. Kebanyakan bisa jadi memang investor saat ini adalah para generasi milenial, karena mereka sangat akrab dengan perkembangan informasi. Di lain sisi juga mereka semakin sadar bahwa apa yang mereka dapatkan dari hasil bekerja akan cepat menguap jika tidak dikelola dengan baik.

Saya sebelumnya pernah membahas tentang alasan investasi saham silahkan Anda baca. Saya membahas perbandingan investasi di instrumen saham dengan instrumen lainnya. Secara umum keuntungan yang kita dapatkan bisa berasal dari:

  • Capital Gain. Yaitu menjual saham yang kita miliki dan mendapatkan selisih antara harga saat kita beli dengan harga saat kita jual.
  • Dividen. Yaitu mendapatkan keuntungan dari laba yang didapatkan oleh perusahaan.

Ketika Anda menabung saham maka Anda bisa mendapatkan 2 jenis keuntungan tersebut. Anda bisa mendapatkan dividen setiap tahun, dan Anda juga bisa mendapatkan keuntungan ketika menjual saham.

 

Apa yang membedakan menabung saham dengan metode investasi saham lain?

Saya pikir menabung saham adalah salah satu metode investasi saham. Anda tidak perlu terlalu bingung dengan naik turunnya harga saham, Anda cukup fokus menambah jumlah kepemilikan saham Anda. Dengan asumsi bahwa Anda telah memilih emiten yang benar.

Bagaimana potensi keuntungan yang bisa didapatkan dari saham? Saya sudah membahas pengalaman saya meningkatkan modal hingga 11% dari investasi saham. Silahkan Anda baca jika ingin tahu potensinya lebih jauh.

yuk nabung saham

Cara Mulai Nabung Saham

1.Pendahuluan: Memahami Saham

Sebelum melangkah lebih jauh, saya sarankan Anda memahami dahulu seluk beluk saham. Saya sudah membahasnya secara lengkap:

  1. Apa itu saham?
  2. 3 Alasan Logis Mengapa Investasi Saham
  3. Cara Investasi Saham Online

Hal in penting dilakukan karena jika Anda sekedar ikut-ikutan menabung saham tapi tidak paham bagaimana seluk beluknya tentu bisa jadi akan rawan. Ada banyak emiten di BEI dan tidak semuanya bagus secara fundamental. Jika Anda salah pilih maka bisa-bisa malah buntung.

 

2.Mendaftar di Sekuritas

Langkah selanjutnya adalah Anda harus mendaftar di sekuritas. Anda hanya bisa melakukan transaksi membeli dan menjual saham melalui sekuritas. Ada banyak sekuritas yang bisa Anda pilih, masing-masing mempunyai keunggulan dan keterbatasan. Saya juga pernah membahas pengalaman saya mendaftar di Phillip Sekuritas Indonesia dan juga sekuritas lain disini.

Saran saya, agar lebih mudah Anda bisa mendaftar melalui Sekolah Pasar Modal IDX. Anda akan diarahkan untuk membuka rekening efek di sekuritas yang sudah bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia. Dan Anda pun bisa memulainya dengan modal awal 100 ribu rupiah. Saya tidak tahu apakah memang ada toleransi untuk pendaftar di Sekolah Pasar Modal atau bagaimana. Yang jelas pengalaman saya begitu, cukup dengan 100 ribu.

yuk nabung saham

3.Mengisi saldo rekening efek

Setelah rekening efek Anda selesai diproses oleh sekuritas, Anda bisa segera mengisi rekening tersebut. Berapa dana yang dibutuhkan untuk bisa menabung saham? Tidak ada batasan. Anda bisa mengisi berapapun, mau 100 ribu, 500 ribu, 1 juta, dst. Anda sesuaikan saja dengan kemampuan keuangan Anda. Ketika Anda menabung di tabungan biasa kan juga tidak ada batasan kan? Sama halnya dengan menabung saham.

Anda tidak perlu khawatir dengan apa kata orang bahwa saham membutuhkan modal yang besar. Saya pernah mengulas tentang sopir taksi dan satpam investasi saham walaupun hanya dengan modal kecil. Jadi Anda cukup sesuaikan saja dengan kemampuan keuangan Anda.

 

4.Memilih saham

Walaupun tadi saya bilang Anda tidak perlu risau dengan naik turunnya harga saham, tapi Anda harus pastikan bahwa saham yang Anda pilih mempunyai prospek bagus. Banyak metode untuk memilih saham, namun saya sarankan untuk awal kali Anda lakukan dengan teknik yang sederhana saja. Seiring dengan meningkatkan pemahaman dan pengalaman Anda dalam investasi saham, Anda bisa menggunakan metode lain yang lebih efektif.

 

Saya sarankan Anda memilih saham yang:

  • Termasuk dalam kategori saham yang likuid. Anda bisa lihat di situs Bursa Efek Indonesia daftar saham yang masuk dalam kategori tersebut. Jangan sampai memilih saham yang sepi peminat sehingga sulit untuk menjualnya.
  • Rutin membagikan dividen. Kebanyakan orang menabung saham mengharapkan dividen yang bisa didapatkan setiap tahun. Anda bisa mencari di indeks IDX High Dividend 20.

Atau Anda bisa memilih saham pilihan Yuk Nabung Saham. Walaupun ada saran tersebut, di sisi lain Anda juga tetap perlu membekali diri dengan pemahaman yang lebih lengkap terkait metode memilih saham. Tapi setidaknya untuk awal Anda tidak akan terjebak di saham yang malah membuat Anda rugi.

5.Transaksi beli dan jual

Jika Anda sudah menentukan saham apa yang akan jadikan pilihan untuk menabung saham, maka selanjutnya tinggal eksekusi. Saat ini sudah ada aplikasi android yang memungkinkan Anda untuk bertransaksi secara online. Tiap sekuritas biasanya menyediakan berbagai platform seperti aplikasi, web version, dan software desktop. Untuk teknis cara jual dan beli Anda bisa mempelajari dalam panduan yang disediakan oleh sekuritas tempat Anda membuka rekening efek.

Dalam menabung saham, yang menjadi poin adalah Anda melakukan pembelian saham secara rutin. Tidak harus sebulan sekali, bisa 2 bulan sekali, atau 3 bulan atau tidak tentu waktunya. Tidak ada keharusan kok, jadi sesuaikan saja dengan keinginan Anda. Kapan harus jual sahamnya? Menabung saham identik dengan investasi jangka panjang, bisa 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun atau bahkan lebih. Anda bisa menjualnya ketika tujuan keuangan Anda sudah tercapai. Semisal Anda menetapkan sebagai dana pensiun, maka ketika waktu itu tiba Anda bisa menjualnya.

 

Simulasi Nabung Saham

Jika Anda belum siap untuk menabung saham, Anda bisa kok melakukan simulasi dulu. Ada beberapa platform yang bisa Anda gunakan, tapi saya menyarankan untuk menggunakan aplikasi Stockbit. Anda bisa melakukan praktek jual beli saham dengan data realtime namun dengan dana virtual. Hal itu sangat bagus untuk Anda yang belum pernah sama sekali investasi saham.

Anda mau yang lebih santai? Anda bisa mencoba game yang dibuat oleh Bursa Efek Indonesia yaitu Yuk Nabung Saham GO. Dalam game tersebut Anda bisa sekaligus belajar hal-hal dasar terkait saham. Anda diberi modal dan bisa bertransaksi jual beli saham tapi bukan data realtime seperti di Stockbit. Lumayan kan untuk mengenal lebih jauh investasi saham.

F.A.Q

Berikut ini merupakan pertanyaan yang mungkin sering ditanyakan teman-teman ketika pertama kali mengenal menabung saham. Jika Anda ada pertanyaan lain silahkan disampaikan di kolom komentar, akan saya tambahkan disini sehingga para pembaca bisa membaca secara runtut.

 

  • Apakah dana di rekening efek bisa ditarik sewaktu-waktu?

Tidak bisa. Anda harus menjual saham terlebih dahulu agar dana bisa masuk di rekening efek. Setelah itu barulah Anda bisa menarik dana ke tabungan biasa Anda. Proses dana masuk ke rekening efek adalah T+2. Dan dana baru masuk ke tabungan biasa bisa 1 hari atau lebih, bergantung pada aturan yang ditetapkan sekuritas Anda. Sehingga setidaknya butuh waktu 3 hari.

 

  • Apakah ada saldo minimal yang harus mengendap di rekening efek?

Tidak ada. Saldo Anda 0 rupiah pun tidak akan terkena penalti denda.

 

  • Apakah jumlah lot saham yang dibeli harus sama tiap bulan?

Tidak harus. Anda bisa membeli dengan jumlah lot yang berbeda-beda tiap Anda melakukan pembelian. Hal itu tergantung pada kemampuan keuangan Anda.

 

  • Apakah harus setoran tiap bulan?

Tidak harus. Anda bisa membeli saham tiap bulan atau 2 bulan sekali atau terserah kapanpun, tidak ada ketentuannya. Kurang lebih sama halnya dengan setoran pada tabungan biasa.

 

  • Apakah dividen saham bisa memenuhi kebutuhan rutin tiap bulan?

Anda harus mempunyai modal yang sangat besar jika ingin memenuhi kebutuhan bulanan Anda dari dividen saham. Besaran dividen tiap emiten berbeda-beda dan waktu pembagiannya pun berbeda-beda.

 

  • Siapakah yang mengelola dana saya di rekening efek?

Perkembangan modal Anda terjadi karena naiknya harga saham. Secara normalnya harga saham mengikuti kinerja perusahaan atau emiten. Jadi secara tidak langsung berkembangnya modal Anda salah satunya dipengaruhi oleh kinerja perusahaan. Terkait dengan pengelolaan dana itu menjadi tanggung jawab Anda sendiri. Anda mau menjual saham ABC dan beralih ke saham DEF itu Anda sendiri yang menentukan.

 

Sekian mungkin yang bisa saya sampaikan terkait Yuk Nabung Saham dari IDX. Silahkan Anda menambah wawasan Anda dengan mencari referensi lain. Keputusan untuk berinvestasi di pasar modal kembali pada diri Anda sendiri. Pahami segala potensi keuntungan serta resikonya agar Anda mampu mendapatkan manfaat maksimal dari menabung saham.

Jika Anda mempunyai pertanyaan atau hal yang mau didiskusikan silahkan Anda sampaikan di kolom komentar. Saya dengan senang hati akan membantu sesuai wawasan dan pengalaman yang saya miliki.

Mau berpendapat?