cara bermain saham dengan modal kecil

Cara Bermain Saham Dengan Modal Kecil: Apakah Bisa?

Pertanyaan pertama yang perlu dijawab adalah apakah memang bisa kita bermain saham dengan modal kecil? Baru kemudian menjawab bagaimana cara bermain saham dengan modal kecil?

 

Sebagian dari kita pasti ingin bisa berinvestasi saham dengan modal kecil, terlepas berapapun modal yang kita punya. Oh ya, sebelumnya saya mau meluruskan dulu. Makna bermain saham bukan berarti bermain-main dalam makna sesungguhnya layaknya bermain petak umpet.

Khawatirnya Anda akan menganggap bahwa dunia saham itu layaknya permainan yang tidak butuh keseriusan. Saya menggunakan istilah bermain disini agar setidaknya mau masuk dulu ke blog saya ini. Hehe

 

Ya karena kebanyakan orang lebih familiar dengan istilah bermain saham ketimbang investasi atau trading saham. Kalau investasi atau trading itu terasa kayak susah, berat, dan butuh modal besar.

Nah, agar tidak menimbulkan salah paham, saya luruskan. Dalam saham hanya ada 2 jenis orang. Yang ingin berinvestasi atau trading. Jika Anda belum paham bedanya, silahkan membaca artikel saya sebelumnya tentang trading atau investasi.

….Oke, saya anggap Anda sudah paham bedanya trading dan investasi. Di pembahasan ini akan ada kaitannya dengan hal itu. Untuk memudahkan penyebutan istilah, saya menggunakan istilah bisnis saham. Nanti akan saya ulas tersendiri tentang bisnis saham.

 

Lanjut ya ke pertanyaan “Apakah bisa bisnis (investasi atau trading) saham dengan modal kecil?”

Anda harus tau dulu bahwa saham di bursa saham ada banyak, lebih dari 600 emiten. Nah, harganya juga bervariasi, dengan nilai paling kecil adalah Rp 50 hingga yang besar-besar di kisaran puluhan ribu. Ini akan menjadi dasar dalam menjawab pertanyaan di atas.

Berapapun harganya, minimal pembelian saham adalah 1 lot, dan 1 lot = 100 lembar saham. Katakanlah, Anda beli saham harga Rp 50 sebanyak 1 lot, maka butuh berapa?

Ya. Cuma Rp 5.000.

Anda tidak salah baca dan saya tidak salah hitung atau ketik. Tapi, saya sarankan JANGAN PERNAH sekalipun mencoba membeli saham yang harganya Rp 50. Kenapa? Ibaratnya itu saham tidak ada yang mau membeli.

 

“Kalau yang harganya Rp 60 mas?”

Pokoknya jangan yang dekat dengan harga Rp 50. Saya pribadi membatasi untuk tidak masuk di saham-saham yang harganya dibawah Rp 100.

Lalu berapa modal minimalnya? Untuk Anda kalau masih awal, bisa beli saham yang harganya minimal diatas Rp 300. Jadi, katakanlah Anda beli 1 lot maka butuh dana Rp 30.000. Uang segitu mungkin sama seperti uang jajan Anda sehari.

Tapi pasti Anda bilang “yah mas segitu kalau untung mana terasa.”

Kalau begitu Anda tambah saja jadi 10 lot maka butuh dana Rp 300.000. Sesuaikan saja dengan kesanggupan Anda, tidak perlu memaksakan diri. Atau Anda mau saham yang agak besar harganya, misal per lembar Rp 3000, maka bisa dapat 1 lot.

 

Ukurannya bukan jumlah lotnya, tapi besaran modal Anda. Sesuaikan saja, tidak usah terpaku dengan jumlah lot.

Sehingga, Anda sudah tau bukan bahwa kita bisa bisnis saham dengan modal kecil. Entah Anda mau trading atau investasi. Kalau Anda mau investasi berarti kan ya bisa menyisihkan per bulan misalnya Rp 300.000. Dan kalau Anda mau trading ya bisa saja Rp 300.000 itu diputar terus bersama keuntungannya.

Bisa kan? Lalu kenapa saham selalu identik dengan modal besar hingga ratusan juta bahkan milyar?

 

Saya juga tidak tau pasti. Tapi jika saya jadi mereka (yang modalnya kakap…. Aamiin), saya akan berpikiran begini:

  • Saya ingin keuntungan besar dengan usaha yang minim. Saya pakai modal 500 juta dan target 1% per 2 hari.
  • Saya pilih saham yang bisa naik 1% dalam 2 hari. Ini mudah saja, banyak saham yang bisa naik 1% dalam 2 hari, atau setidaknya minimal 3% langsung dalam waktu seminggu.
  • Keuntungan sebulan: 3% x 500 juta x 4 minggu = 60 JUTA.

Tanpa ngapa-ngapain dapat 60 juta per bulan.

….Kira-kira begitu lah ya.

Lah kalau kita yang modal masih kelas teri ya hanya bisa gigit jari dan minder duluan kan?

Padahal kita juga tetap bisa berinvestasi atau trading saham dengan modal berapapun yang kita punya. Terus bagaimana caranya?

cara bermain saham dengan modal kecil
via freepik.com

Cara bermain saham dengan modal kecil

Nah, jadi dengan modal kecil sekalipun bukan merupakan halangan bagi kita untuk masuk dunia saham. Dimana ada kemauan, disana pasti ada jalan. Anda mungkin bisa membaca kisah satpam dan sopir berinvestasi saham.

 

  1. Tentukan dulu targetnya

Tentukan dulu Anda mau trading apa investasi. Karena ini nanti juga akan mempengaruhi pemilihan sahamnya dan alokasi modal. Berkaitan dengan pemilihan saham akan dibahas di bawah.

Kalau terkait modal, ketika Anda memilih untuk investasi, maka alokasi modal akan digunakan untuk menambah jumlah lot saham yang Anda beli sebelumnya. Dengan modal yang terbatas, Anda pun tidak bisa leluasa melakukan diversifikasi karena hasilnya tidak akan maksimal.

Dan sebaliknya, ketika Anda memilih untuk trading, maka modal akan selalu diputar dan Anda bisa lebih leluasa berpindah-pindah dari satu saham ke saham lain yang lebih potensial memberikan keuntungan dalam waktu dekat.

Jadi, tentukan dulu ya…

 

  1. Pilih saham yang sesuai

Nah ini…

Ketika Anda menentukan untuk investasi, maka Anda lebih baik memilih saham yang mempunyai fundamental bagus dan mempunyai prospek bagus dalam beberapa tahun kedepan. Walaupun mungkin pergerakan harganya agak lambat, tapi cenderung naik.

Anda pasti tidak mau kan malah memilih saham yang hanya naik turun di harga itu-itu saja. Bisa jengkel juga. Belinya bulan ini, eh bulan yang sama di tahun depannya balik lagi ke harga beli awal, dan tahun depannya juga tetap begitu.

Kalau yang karakter sahamnya kayak begitu cocoknya untuk yang memilih untuk trading. Memanfaatkan naik turun harga saham. Pas turun beli, pas naik jual. Eh turun lagi, ya beli lagi, naik lagi ya jual.

 

  1. Pakai taktik

Untuk memaksimalkan keuntungan, walaupun dengan modal kecil, Anda lebih baik punya taktik. Apa itu?

Untuk Anda yang berniat untuk investasi. Anda bisa menerapkan taktik memperkecil average harga saham yang Anda miliki. Caranya:

  1. Misal, Anda membeli saham tiap awal bulan. Pantau harganya di tengah atau akhir bulan. Jika harga turun cukup banyak dari harga Anda beli sebelumnya, katakanlah turun 10%. Maka Anda bisa membeli saham itu lagi dengan 50% dari jatah modal bulan depan.
  2. Bulan depan sisa 50% modal bisa Anda belikan saham lagi di awal bulan seperti biasa. Selanjutnya diulang begitu lagi. Dan jika tidak ada penurunan cukup banyak, alokasikan saja untuk beli bulan depan seluruh modal Anda itu.

 

Dengan begitu setidaknya Anda bisa mendapatkan harga rata-rata yang bervariasi dan ada kesempatan untuk memperkecil harga rata-rata saham yang Anda miliki. Cara ini memang tidak menjamin bisa begitu, tapi setidaknya Anda punya prinsip dalam investasi saham.

Jadi tidak akan mudah galau dengan naik turunnya harga saham. Dan sekali lagi, ini merupakan teknik menurut saya pribadi. Jika Anda mau mengembangkan teknik seperti ini juga silahkan saja. Anda yang memegang kendali penuh atas investasi Anda sendiri.

Lalu, untuk Anda yang berniat trading, caranya adalah dengan memperbesar prosentase profit. Misal Anda menentukan per bulan 15%. Dengan begitu modal Anda bisa bertambah lebih cepat. Tantangannya adalah mencari saham-saham yang bisa memenuhi target itu.

 

  1. Disiplin ekstra

Ini adalah rumus MUTLAK yang harus Anda penuhi. Entah modal Anda besar, apalagi kecil. Disiplin tentu menjadi senjata yang penting, baik dalam berinvestasi maupun trading. Jika Anda mudah berubah-ubah dalam membuat keputusan, maka tinggal menunggu kerugian datang.

Apa saja bentuk kedisiplinan itu?

  1. Atur dulu pos pengeluaran Anda. Berapa persen untuk investasi/trading. Misal Anda tentukan 20% dari pemasukan Anda tiap bulan. Maka ikuti aturan itu. Jangan dilanggar. Apapun yang terjadi, jangan sekali-kali menambah atau mengurangi kecuali memang Anda membuat aturan lain. Misal, uang THR 50% untuk tambahan modal.
  2. Ikuti apa yang Anda tentukan di awal, yaitu mau trading atau investasi. Jangan dicampur aduk. Itu akan menentukan cara Anda memilih saham dan cara Anda mengatur modal.
  3. Jangan mudah terpengaruh isu-isu terkait saham yang sedang atau akan Anda beli. Ikuti metode pemilihan saham yang telah Anda tetapkan.

 

  1. Tambah modal bertahap

Ini juga sudah pasti harus dilakukan. Tidak mungkin kan Anda dari awal sampai akhir hanya bermodalkan 300 ribu? Saya jamin tidak akan bisa bertambah signifikan.

Dengan Anda rutin menyisihkan tiap bulan sekian persen maka Anda sudah bisa melakukan hal ini. Dan dengan rutin menyisihkan, Anda secara tidak langsung juga akan tertuntut untuk menambah pemasukan dengan lebih giat berusaha dan berusaha mengurangi pengeluaran yang tidak prioritas.

 

Cara-cara berinvestasi atau trading saham diatas merupakan cara versi saya pribadi. Anda bisa mengikuti, memodifikasi, atau bahkan hanya menjadikan referensi. Anda juga harus berpikir realistis dengan modal yang Anda miliki. Jangan sampai berekspektasi tinggi karena itu akan meracuni pikiran Anda dan berpengaruh terhadap kedisiplinan Anda dalam berinvestasi atau trading saham.

Lebih baik disiplin dengan aturan yang kita buat, walaupun dengan modal kecil dan hasil yang tidak terlalu besar. Bukan tidak mungkin nanti modal Anda terus berkembang dan akhirnya Anda bisa menjadi investor atau trader kelas kakap.

  • 65
    Shares

Mau berpendapat?